Photograph by mbung (081802260084)
after took a shower…..
me in black
the oldest kissed the youngest with a bunch of loves
me and the youngest …. the brave baby with a lovely heart ever
Photograph by mbung (081802260084)
after took a shower…..
me in black
the oldest kissed the youngest with a bunch of loves
me and the youngest …. the brave baby with a lovely heart ever
Posted in 1 | 2 Comments »
Apa salahku sampai ingin bilang “Aku Cinta Kamu” saja aku takut? …. takut kecewa tak mendengar balasan “Aku Juga Cinta Kamu“
Apa salahku …. saat kuelus dadamu saat kau terbatuk saja, kamu menolaknya….
Apa salahku … saat ingin kugenggam tanganmu saja, kamu menepisnya ….
Sudah hilangkah “sayang” itu ? …. Sudah pergikah “cinta” itu ?
Atau……. selama 11 tahun “Cinta dan Sayang” itu tidak pernah ada untuk ku ?
Aku tidak tau apakah pertanyaan-pertanyaan itu ada jawabannya atau tidak… apakah perlu dijawab atau tidak ……. tapi yang pasti AKU TETAP CINTA dan SAYANG KAMU
Jakarta, 11 Desember 2009 ( 49 hari sesudahnya…)
Posted in 1 | Leave a Comment »
Tuhan, semoga saya bisa naik kelas.
Tuhan, semoga dia juga bisa naik kelas.
Tuhan, semoga saya dan dia tetap bisa satu kelas….
- harapan dan doa untuk sebuah kebahagiaan -
Posted in 1 | Leave a Comment »
Saat menikah dengan suami tercinta, saya sudah tidak pusing lagi mencari pembantu rumah tangga. Kami mendapat warisan pembantu di rumah sebanyak 3 orang dimana mereka sudah lebih dari 5-7 tahun ikut dengan keluarga suami saya. Mbak Widji dan Suparmin adalah masih saudara sepupu. Suni adalah istri dari Suparmin. Mereka bertiga bahkan sudah beranak-pinak di rumah keluarga kami.
Kalau teman-teman saya bercerita betapa capeknya mereka bergonta ganti ‘asisten di rumah’, tidak demikian dengan saya. Saya sangat bersyukur bahwa ‘pasukan saya’ tidak pernah bergonta ganti. Ada tambahan 1 orang mbak yang membantu untuk menemani anak-anak kami, terutama untuk menemani MasDet, anak kami yang pertama. Saya tidak pernah khawatir yang berlebihan saat meninggalkan anak-anak di rumah. Saya merasa aman dan nyaman mereka bersama ‘pasukan asisten’ tersebut di rumah sehingga saya lebih tenang dalam melakukan aktivitas bekerja di luar rumah.
Lantas apakah saya tidak tertimpa masalah dengan punya ‘pasukan asisten’ sebanyak itu? Mungkin masalahnya berbeda dengan yang rata-rata ibu rumah tangga lainnya rasakan. Mereka yang sudah saya anggap seperti saudara saya sendiri juga seringkali berbagi ‘masalah mereka’ dengan saya. Biasanya tidak jauh-jauh dari yang namanya “pinjam meminjam uang”. Saya pun kadang tak tega untuk menolak permohonan mereka, toh mereka sudah membuat hidup saya cukup nyaman dengan keberadaan mereka. Ikhlas kah saya? Ooooo jelas saya ikhlas…sangat ikhlas. Karena saya yakin selagi memang saya mampu menolong orang-orang terdekat saya (tentunya tanpa mengganggu ‘isi dompet saya sendiri’), mudah-mudahan Tuhan akan menggantikannya dengan berkali-kali lipat… Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langitNya sehingga berkatNya tetap tercurah buat saya dan saya pun bisa menjadi saluran berkat buat mereka yang membutuhkan.
Dan….. semalam sebuah kabar sangat mengejutkan saya, bahkan membuat saya menangis. Si Bu’Ni (panggilan kami untuk Suni), didiagnosis pada rahimnya terdapat sel yang mengarah ke keganasan. Memang, dalam 1 tahun terakhir ini Bu’Ni sudah 3 kali melakukan kuret karena adanya kehamilan yang tidak berkembang dan juga sempat terjadi pendarahan. Dan kemarin pagi, Bu’Ni merasakan sakit yang luar biasa di perut bawahnya yang membuat saya mengambil tindakan untuk membawanya ke dokter kandungan, bahkan ke 2 orang dokter untuk mencari 2nd opinion. Dan hasilnya… bu’Ni harus melakukan test darah di laboratorium yaitu Beta HCG Kuantitatif untuk melihat adanya sel ganas atau tidak. Dugaan dokter, bu’Ni mengidap Choriocarcinoma . Sejenis kanker di dalam rahim. Memang baru prediksi, memang baru sebatas diagnosis. Tapi …. tetap saja membuat hati saya sedih, pikiran saya kalut. hhhhhhmmmm…..
Dan pagi ini test darah dilakukan dan tinggal menanti hasil….
Tuhan, yang bisa saya lakukan hanya berdoa dalam penantian ini….. dan tetap jadikan saya sebagai saluran berkat buat mereka dengan cara apapun terlebih jadikan saya saluran berkat kekuatan buat mereka karena saya tahu saya pun lemah …..

I need Your hand, Lord …. indeed
Posted in Ceritanya Amamacece | Leave a Comment »
Pagi tadi dalam perjalanan saya ke kantor, koq ya pas sekali siaran radio yang saya dengar sedang membahas sesuatu yang klik dengan apa yang sedang saya lihat di tepi-tepi jalan. Ya…. si radio membahas tentang : SENYUM ADALAH SEDEKAH YANG PALING MURAH. Dan, saya sedang melihat poster-poster muka orang-orang yang tidak ada satu pun yang saya kenal dan mereka sedang TERSENYUM. Siapa lagi kalau bukan poster para caleg yang sedang berkampanye menyambut pemilu legislatif April 2009 yang akan datang.
Wajah para caleg itu rata-rata ( hhhmmm taruhlah 75%) menebar senyum terbaik mereka. Pastinya supaya mereka terlihat cantik atau ganteng saat poster2 mereka terpampang di tepi jalan. Bukan hanya senyum yang mereka tebar, mereka pun tebar janji pastinya! “JOBLOS NO URUT 6, YAKINLAH DEPOK AKAN LEBIH BAIK” .Belum lagi mereka tebar pula semua title akademik mereka….. Drs. Asmadi bin Asmadun, SH,MBA,MA,Phd. – Anak Betawi Asli! hahahaha…… Terus…lagi nih, sempat saya menerima forward-an email yang bergambar caleg daerah yang memajang sang anak perempuannya yang kebetulan adalah artis terkenal. Well, numpang ngetop! Pajang saja anaknya,pasti orang tau! Anaknya tebar senyum, Papanya tebar janji!

Itulah yang terjadi. Semua orang bisa terSENYUM. Semua orang pun bisa memberi JANJI. Tinggal pada akhirnya, apakah SENYUM itu dapat memberikan damai, apakah SENYUM itu tulus…. dan apakah JANJI yang diberikan bisa ditepati?
Hanya Tuhan dan para caleg itulah yang tau! Kita lihat saja nanti…….
Posted in Ceritanya Amamacece | Leave a Comment »
Posted in Ceritanya Amamacece | Leave a Comment »
terlintas lagi bayangan yang terjadi 22 tahun silam. Saat usia saya belum genap 12 tahun, saya merengek minta ditemani melihat Ibu saya terbaring di ICU RS Fatmawati. Ibu saya saat itu divonis mengidap penyakit kanker payudara.Kanker ? Payudara ? ditanya apa itu payudara pun saat itu saya tidak tahu..benar-benar tidak tahu. Yang saya tahu hanya Ibu saya sudah kurang lebih 1 minggu diopname di rumah sakit. Bliau sakit karena ’kecapekan mencari uang’ supaya kelima anaknya yang masih duduk di bangku sekolah bisa ’survive dan tetap bisa menikmati hidup yang layak’ setelah ditinggal oleh ayah mereka 3 bulan sebelumnya selama-lamanya. Itu saja!
Saat berada di depan tubuh ibu saya, yang saya ingat hanya begitu banyaknya alat-alat dan kabel-kabel ditempelkan disekujur tubuh beliau. Saya menangis? Seingat saya sih tidak… saya cuma bengong! Mungkin saat itu yang terlintas hanyalah keyakinan bahwa ibu saya pasti akan sembuh dan bisa kembali ada di rumah, kembali dapat melakukan aktivitas pagi harinya membuatkan bekal untuk saya bawa ke sekolah, membuatkan teh hangat buat ke-5 anaknya, menandatangan buku agenda sekolah sebelum mobil antar jemput kami membunyikan klakson di depan pagar rumah tanda kami harus berangkat ke sekolah.
Ibu saya pastinya sudah berjuang melawan penyakit kankernya itu. Beliau pasti berusaha tetap tersenyum di depan anak-anaknya padahal pastinya rasa sakit itu terus dan terus mendera tubuhnya. Tuhan punya rencana indah…. Tuhan angkat beban sakit penyakit selama-lamanya… Ibu saya menutup mata selama-lamanya di saat saya sedang akan memulai mata pelajaran pertama di kelas 5B – SD Pangudi Luhur Jakarta.
kemarin…………… seakan terlintas lagi kenangan 22 tahun itu. Kenangan yang boleh dibilang tidak ingin terulang lagi di depan mata. Tapi kali ini, teman saya Fauziah-lah yang terbaring koma di ICU RS Kanker Dharmais. Kalau dia, divonis kanker ovarium yang sudah menyebar ke tulang dan saluran menuju ginjal. Dan……kemarin…..saya kembali ada di ruang ICU yang ‘mengerikan’ itu. Dan kali ini……saya menangis. Menangis karena melihat tubuh teman saya terbaring tak berdaya, dengan napas yang tinggal satu-satu. Itu pun dengan alat bantu sana sini, persis seperti yang dilakukan terhadap ibu saya 22 tahun silam.
Tapi………………saya tetap yakin dan punya harapan bahwa kalau Tuhan ijinkan mujizat itu terjadi, Yaya pun akan kembali berkumpul bersama dengan seluruh orang-orang yang dicintai dan mencintainya, termasuk saya. Yang bisa saya lakukan (dan semua orang yang mengenalnya pun bisa melakukannya) adalah menaikkan DOA kepada Tuhan YME. Dan….yang terbaik & terindah pasti Tuhan berikan! Amin….
Posted in Ceritanya Amamacece | Leave a Comment »
Kalau ada teman/sodara/sahabat kita yang pergi ke luar kota/luar negeri kadang bahkan cuma keluar kantor saja sering kita minta yang namanya oleh-oleh. Kadang kita bilang gini :”ati-ati yah..jangan lupa oleh-olehnya”
Saya termasuk orang yang sebisa mungkin membawa oleh-oleh dari bepergian. Mau keluar kota kek..luar negeri kek…bahkan keluar kantor sekali pun sebisa mungkin saya beli sesuatu sebagai oleh-oleh. Kalau ke luar negeri, biasanya saya buat list nama-nama orang yang mau saya kasih oleh-oleh. Kalau cuma ke luar kota saja sih biasanya saya hanya mengingat-ingat nama mereka saja, tanpa menuliskannya pada secarik kertas. Koq dibedakan? Ya jelas lah… soalnya khan jarang-jarang ke luar negeri, jadi sekalinya pergi yah harus memberikan yang namanya buah tangan kepada orang-orang yang saya anggap pantas untuk diberikan. Blum tentu 5 tahun sekali pula ke sana lagi!
Oh iya, untuk sebuah niat membeli oleh-oleh yang ‘banyak’ biasanya saya baru cadangan tas yang saya lipat di dalam koper. Tapi pernah suatu waktu ( hhmm..gak cuma suatu deng, tapi beberapa kali
) tas cadangan itu pun tak cukup untuk membawa oleh-oleh dan terpaksa harus beli tas bahkan koper lagi agar bisa bawa pulang si oleh-oleh tersebut.
Dan pagi ini, 2 orang rekan saya baru saja pulang dari sebuah acara ‘gathering’ di Vietnam dan membawakan saya oleh-oleh. Si Brewok 01 (begitu biasanya saya memanggil bapak ini) memberikan saya sebuah souvenir patung cewek bertopi krucut terbuat dari kayu dan besi. Dan si Brewok 02 ( koq brewokan semua yah ?) memberikan saya sebuah tempat kartu nama yang terbuat dari kayu. Buat saya, kedua oleh-oleh ini sangat berkesan karena sejauh pengetahuan saya si ‘kembar brewok’ ini tipe-tipe orang yang ‘malas direpotkan’ untuk urusan oleh-oleh. Yah paling tidak saya masih diingatlah oleh mereka berdua. He3x. Thanks, bros!
Posted in Ceritanya Amamacece | Leave a Comment »
Malam itu, 5 Agustus 2008, saya terima pesan SMS dari De isinya : Mohon diteruskan: Innalillahi wa innailahi roji’uun. Sahabat kita Ruri baru saja dipanggil Allah SWT. Mohon doa bagi almarhumah
mbak Ruri, adalah salah satu dari sekian banyak ’suhu’ di NCC. Walaupun saya pribadi tidak mengenal mbak Ruri, namun resep beliau sering saya pakai di dapur saya khususnya si Klapertaart dan Muffin dan pasti banyak yang memuji kalau kedua makanan itu saya buat.
Selamat jalan, mbak Ruri…. saya percaya, Tuhan sudah sediakan tempat terbaikNya untukmu….
Posted in Ceritanya Amamacece | Leave a Comment »
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah
terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik
pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”
Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”. “Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana “, si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. ” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.
“Cocok!” kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong !!!
Posted in Kutipan | Leave a Comment »